Cerita mamak dengan pola pikir mamak
Memperkenalkan nama saya niya kusniati ibu 2 anak dari ALUNA SENJA QAISYARA dan KENZIO ELFATIH . Diusia 28 tahun mamak menjalanin kehidupan sebagai ibu rumah tangga full time bareng dengan 2 bocil yg masih balita . Setelah dulu bekerja selama 8 tahun di salah satu PT perusahaan asing. Mengasuh anak dan semua2nya sendiri masya allah nikmat sekali tanpa bantu asisten rumah tangga karena, mamak bukan orang yg berpenghasilan lebih bisa di bilang pas,pas ada mau makan pas ada buat bayar kontrakan dan pas buat anak2. Alhamdulilah kalo dalam ekonomi yg pas berusaha untuk bersyukur karena dengan bersyukur kita akan bisa menikmati semuanya, di era milenial ini gaya hidup yang mahal bukan tentang kualitas hidup .. Jadi pola gaya hidup ala artis dan menengah keatas bukan lah pola hidup mamak yang ada bisa jebol kantong.. Inget masa depan 2 bocil masih panjang . (Mamak perpikir begitu)
Kemarin liat di salah satu instagram ngebahas biaya sekolah hampir seharga rumah 100 juta lebih untuk satu tahun ,di untuk ukuran sd . Bikin mamak jungkir balik baca wooww itu uang atau kertas ya.. Mahal sekali sekolahnya, dengan mengeluarkan uang segitu banyak pasti kualitas sekolahan oke banget cara pengajar mendidik anaknya pastii udah di bilang yg no 1. Tapi mamak mah sekolah si tata Alun di sekolah negeri saja ,kenapa ?? Selain gratis dan pas untuk mamak balik lagi ke penghasilan karena masa depan anak masih panjang . Pasti ya mikir kalau sekolah negeri nanti anak tidak dapat maksimal karena murid terlalu banyak dan macam2 ,,hai haii mamah kalau mamak berpikir bukan macam itu selain guru di sekolah peran orang tua juga sangat penting jadi kita sebagai orang tua harus bisa mengoptimalkan dan memberi dukungan pada anak .
Mengurus dua bocil kan buat lelah yees benar beres kamar depan berantakan sehari-hari begitu saja tapi tidak papa karena anak aktif itu anak yang ikut tahu dan motorik nya sedang bekerja, yang bahaya itu anak diam hati2 loh mamah semua .
Memiliki dua bocil kadang membuat pusing saat mereka sudah mulai berebut main padahal terlihat sepele tapi menjadi drama korea bahkan terkadang macam perang dunia ke 3 ..
Satu di belain satu nangis nah peran ibu sangat penting karena anak tidak merasa dipilih kasih. kita harus bisa bijak walau mamak sendiri kandang blom bisa sebijak itu ,masih tahap belajar dalam mengurus anak . Masih selalu belajar dan belajar tentang menjadi ibu dan istri yg baik untuk keluarga kecil. Awal belum bisa cepet mungkin tapi dalam tahap pembelajaran untuk lebih baik lagi.




Komentar
Posting Komentar